Senin, 20 November 2017

Once upon a time, lahir seorang bayi perempuan yang cantik (karena semua wanita memang cantik), di sebuah rumah sakit di Ungaran, Kabupaten Semarang. Karena lahir di tengah malam, orang-orang sering menyebutnya pemberani. Dia anak kedua dari tiga bersaudara. Mempunyai berbagai macam hobi yang ternyata sekarang menjadi profesi untuknya. Menulis diary sejak kecil adalah jembatan untuknya menekuni profesi penulis sampai saat ini. Berkat usaha dan semangat untuk terus berkarya, kini ia telah menerbitkan dua novel dan dua antologi yang sudah tersebar di seluruh toko buku Indonesia.
Selain itu. cita-citanya untuk memiliki sebuah sekolah membuatnya memilih menjadi guru Bahasa Inggris di sebuah taman kanak-kanak dibanding bekerja sebagai accounting di perusahaan. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Setelah resign dari kantor tempatnya belerja dulu, gadis yang bernama Risma Ridha Anissa itu kian menekuni dunia pendidikan dengan berpartisipasi menjadi relawan inspirator di Kelas Inspirasi Yogyakarta, Kelas Inspirasi Semarang, dan Kelas Insprasi Boyolali.
Kini ia juga sedang berusaha mengembangkan usaha toko bunganya yang sudah berjalan dua tahun. Ia berharap, sedikit demi sedikit hasil penjualannya nanti, akan bisa mewujudkan impiannya untuk memiliki sekolah. Gelarnya yang bukan dari Sarjana Pendidikan, terkadang menjadi batu penghalang baginya untuk kembali mengajar atau menjadi guru di sebuah sekolah. Kebanyakan dari pihak sekolah, lebih memprioritaskan sarjana-sarjana pendidikan dibanding dari jurusan murni. Contohnya seperti saya, Sarjana Akuntansi. Namun itu semua bukan menjadi penghalang untuknya terus berbagi dan berkarya untuk negeri.




Sabtu, 21 Oktober 2017

Minggu, 05 Februari 2017

Sepenggal Kelas Inspirasi Yogyakarta

Sepotong Kisah Kelas Inspirasi Yogyakarta  SDN PANDANPURO 2
Silahkan menikmati bersama aroma kerinduan yang baru sehari saja sudah menguar...

Selalu terselip kata “pulang”untuk mengukir sebuah kenangan baru.
Kelas Inspirasi Yogyakarta SDN Pandanpuro 2

ReFasil : 
1. Mas Gilang
2. Bu Ida
Relawan Dokumentator:
1. Mas Addin
2. Mbak Titis
3. Mas Fatwa
Relawan Vidoegrafer:
1. Mas Qoqo
2. Mbak Lovie
Relawan Pengajar:
1. Mbak Firda (desainer grafis)
2. Mas Azzam (fisioterapis)
3. Mas Rizky (Auditor)
4. Mbak Okita (Arsitek)
5. Mbak Risma (Guru Tk & Novelis)
6. Mas Febi (TNI)
7. Bu Sulis (perawat)
8. Bu Kunthi (dosen)

Pulang.
Satu kata keramat yang mampu mengikis kebahagiaan seseorang. Yang lebih menyedihkan, ketika pulang menjadi gerbang perpisahan dari sebuah kebersamaan.
Ini bukan kali pertama saya memperoleh kesempatan menjadi relawan di Kelas Inspirasi. Meski sudah beberapa kali bertugas menjadi relawan pengajar, saya selalu mendapat suntikan semangat baru ketika menjejakkan kaki di salah satu kota.
Jogja, kota pelajar. Seperti dugaan saya, di Kelas Inspirasi Joga saya dipertemukan dengan orang-orang hebat. Berbagai macam profesi yang begitu "wah" di mata saya. Jujur, sempat terbesit rasa “minder” yang mengusik hati saya selama perjalanan ke Jogja. Dihantui perasaan resah dan gelisah *seperti lirik lagu*, kalau-kalau saya tidak bisa membaur dengan mereka nantinya.
Sedikit demi sedikit, prasangka buruk saya mulai terkikis ketika bertatap muka dengan beberapa relawan SDN Pandanpuro 2. Ada Mbak Titis, Bu Ida, Mas Addien, Mas Rizky, Mas Febi, dan Mas Fatwa.  Kebekuan di sore yang dingin itu mencair. Seperti kawan lama, selalu saja ada topik menarik yang mengundang tawa kami. Perasaan hangat dan nyaman perlahan terbit. Gelisah gelap malam ketika matahari mulai tenggelam pun, tidak menyurutkan niat baik kami. Sebagai relawan perempuan yang baik, kami menyemangati relawan laki-laki yang sampai bermandikan air hujan ketika memasang banner untuk sekolah *drama sedikit.
Esok paginya, di Hari Inspirasi...
Berangkat jam enam pagi dan tentu saja saya sangat merepotkan Mas Addien, meski sebenarnya saya merasa tidak terlalu membuatnya repot, *saya tetep nggak mau ngalah*, beberapa orang baru mengambil peran dalam kisah hidup saya. Bu Sulis, Bu Kunti, Mas Azzam, Mas Gilang, Mas Qoqo, Mbak Firda, Mbak Okita dan Dek Lovie. Adakah yang kurang? Sepertinya tidak. Karena meski baru bertatap muka, ingatan saya merekam dengan baik bagaimana dengan ramahnya mereka memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya ketika saya mendapat sedikit kesulitan.
Lulusan Accounting Universitas Negeri Semarang. Profesi English Teacher di TK, Novelis, dan Entrepeneur. Why? How? Pertanyaan yang acap kali mampir di telinga saya ketika orang-orang mengetahui background pendidikan saya. Passion saya memang di sini. Beberapa test menyimpulkan, saya menggunakan otak kanan lebih dominan. Ekspresif, peramu kata, petualang imajinasi, spontan, bebas, itulah saya. Dan ketika saya berdiri di tengah anak-anak, ada kebahagiaan tersirat, yang mungkin saja tidak semua orang bisa mencicipinya.
Aksi salah satu murid ketika menemani saya storry telling

Terimakasih untuk semua inspirator atas kenangan barunya. Capek? Mengantuk? Lelah? Semua terbayarkan begitu senyum anak-anak menjadi gerbang penyambut kedatangan kita. Iya, kan, teman-teman? J
Terimakasih Mas Gilang dan Bu Ida yang telah mempersatukan bermacam-macam karakter para relawan hingga kita menjadi satu tim yang solid. Terimakasih Mas Addien, orang yang paling saya repotkan, si fotografer yang berhasil membuat saya envy karena prestasi yang bisa mengantarkannya ke negeri sakura. Terimakasih Mas Fatwa dan Mba Titis yang sudah mengabadikan momen-momen para relawan. Coba bayangkan kalau kebersamaan kita hanya bisa diingat dan akhirnya menguap begitu saja dari ingatan. Tak ada foto, berarti tak ada kenangan :(

Terimakasih Bu Sulis yang baru saja bertemu sudah peluk-peluk saya terus. Terimakasih Mbak Firda dan Mbak Okita yang cantik-cantik, karena selalu mengingatkan kita untuk selfie beberapa kali.  
Ibu Guru Okita yang berprofesi sebagai Arsitek
Terimakasih Mas Rizky yang humoris, yang sempat membuat para relawan ragu dengan profesinya sebagai auditor. Hehe.
Pak Rizky, berprofesi sebagai auditor

Terimakasih Mas Azzam dan Mas Febi yang meski kita tidak banyak bercakap, tapi saya sudah membuktikan sendiri kalian adalah pribadi yang menyenangkan. Terimakasih Mas Qoqo yang sudah berjuang menyelesaikan tugasnya di sela-sela acara penting yang menunggunya. Terimakasih juga Dek Lovie atas keantusiasannya membantu tugas Mas Qoqo. Dan terimakasih untuk Bu Kunthi, sosok dosen kekinian yang sangat menginspirasi.
Pak Azzam, fisioterapis

Terima kasih kepada Bapak dan Ibu Guru SDN Pandanpuro 2, juga Bapak Kepala Sekolah dan seluruh perangkat sekolah, sudah menyambut kami dengan tangan terbuka.
Akhir kata untuk teman-teman, apa pun profesi kalian, percayalah...
Kalian akan selalu tampak keren di mata mereka.
Anak-anak yang masih meraba akan menjadi seperti siapa ketika dewasa nanti.
Sampai berjumpa di moment mengesankan selanjutnya teman-teman J
Closing bersama murid-murid, guru, dan relawan SDN Pandanpuro 2


*Mohon maaf jika foto-foto para relawan belum komplit. Album foto saya belum lengkap. Sebab saya tak bisa menahan nafsu jemari saya untuk berkisah, maka hanya beberapa foto yang saya upload.

Selasa, 16 Juni 2015

Jual BUKET BUNGA hanya Rp 45.000, lihat gambar klik https://www.tokopedia.com/sunflorist/buket-bunga

Senin, 25 Mei 2015

#MenulisBerantai CLOSE TO YOU (Part 4)

Lanjutan cerita dari @AgfianMuntaha di blog CLOSE TO YOU (Part 3)

Ilham

Ryan menepati janjinya untuk mengajariku teknik dasar bermain piano. Susah-susah gampang karena jemariku lebih lincah menari di atas manik sempoa. Semalaman suntuk aku mempelajari beberapa lagu romantis yang disarankan Ryan. Dan, itu membuatku tidak fokus mengikuti kelas fisika keesokan harinya.
Aku memutuskan untuk izin keluar kelas, berniat mencuci muka di toilet terdekat dengan wajah kuyu. Berharap, setelah mencuci muka di wastafel, pikiranku bisa kembali ke tempat semula dan fokus mengikuti pelajaran.
“Pamela pingsan!”  

Rabu, 18 Februari 2015

Menanti kepastian

Kau tahu aku tidak pernah memberimu sebagian dari hatiku saja. Aku selalu menyerahkannya secara utuh. Entah kau menerimanya atau tidak, aku sama sekali tidak peduli.
Yang aku tahu, meski hatimu sekeras batu dan butuh waktu lama untuk meluluhkannya, aku tidak akan pernah mengangkat tangan. Kalah. Menyerah. Seluruh kosa kata itu telah hilang dari kamus otakku. Penantian yang tulus, tidak akan pernah sia sia.
Tuhan sedang mengujiku, melihat seberapa jauh aku bersabar dalam penantian panjang ini. Dan aku tahu, demi mendapatkan seseorang yang spesial sepertimu tentu membutuhkan perjuangan lebih. Percayalah, kalau kau sudah berada dalam genggamanku, tidak ada seorang pun yang bisa menyentuhmu. Kini, kuserahkan segalanya pada waktu. Sambil menunggu pasrah, aku selalu menguntai doa. Berharap Tuhan mengayunkan keajaibanNya padaku. Cinta yang sejati tidak pernah kalah pada waktu, tidak pernah menyerah pada keadaan.
Cinta sejati itu aku.
Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti prpgram #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com #TiketBaliGratis

Luka dan Duka

Pagi ini, aku harus kembali membalut lukaku yang belum mengering. Melepas kepergianmu dengan seulas senyum palsu. Kita sebenarnya sama sama tahu, sama sama sadar bahwa mempertahankan hubungan ini, sama saja seperti berjalan di atas serpihan kaca. Melukai. Menyakiti. Bedanya, bukan hanya telapak kakiku yang berdarah. Tapi juga hati, dan harga diriku sebagai wanita yang terus merintih.

Kau dan aku telah dipersatukan sekian lama. Bertahun tahun. Tentu, akan banyak lara yang tertinggal jika nantinya kita benar2 berpisah. Lama menjalin hubungan denganmu, perlahan membuat hatiku mengeras, lalu berubah wujud menjadi batu. Aku tidak bisa lagi merasakan, menyentuh secuil pun kebahagiaan dari kebersamaan kita. Setelah kepergianmu pagi ini, pagi besok, dan pagi seterusnya... aku hanya bisa menunggumu dalam ketidak pastian. Memang, kau pasti kembali. Tapi kau tidak pernah menjanjikan membawa kembali cinta yang sama kepadaku.
Cinta yang utuh, sama seperti kurasakan dulu ketika kita berkomitmen untuk saling menjaga. Dulu.. dulu sekali. Sebelum seseorang datang dan menjebol kesetianmu.

Kini, ketika senja mulai menyapa dan matahari mulai luruh, kau datang kembali dengan segenggam harapan palsu. Lagi. Terus kau ulang sampai waktu yang tak bisa kuprediksi

Jumat, 13 Februari 2015

Give Away Novel dan Mousepad ^.^

Give Away Novel #NyanyianDiBawahHujan, mousepad #AiNoKiseki dan mousepad #NyanyianDiBawahHujan
Konbanwa, minna san ^.^
Lagi pada ngapain? Galaukah gara-gara valentine tinggal beberapa hari, tapi nggak ada pasangan yang bisa diajak valentinenan bareng?
Eitts, tenang aja.... Daripada perasaan ikutan sendu kayak langit yang terus-terusan mendung, mending habisin malam minggu kamu buat ikutan Give Away Novel keduaku J
Mau tau caranya? Gampang banget, kok ^.^
1.    Buat yang udah baca novel pertamaku #AiNoKiseki, peluangnya lebih gede nih. Ada satu buah novel #NyanyianDiBawahHujan dan mousepad bergambar #AiNoKiseki.
Caranya?
A. Tulis satu momen, atau adegan yang paling kamu suka di novel #AiNoKiseki. Eitts, nggak sampe di sini aja. Kirim foto kalian bareng novel #AiNoKiseki, 
B. Seandainya kalian lagi ada di Jepang, pengennya baca novel #AiNoKiseki di mana? Alasannya? Lalu pertanyaan yang kedua, adegan mana di Novel #AiNoKiseki yang paling kalian suka? Alasannya?

2.      Buat yang belum baca novel pertamaku, tetep boleh ikutan kok . Kalian bisa dapetin satu buah novel #NyanyianDiBawahHujan lengkap sama mousepadnya juga.  Caranya?
Jawab pertanyaan ini: 
A. Bayangin waktu lagi ujan, kamu ada di teras rumah pas banget momentnya lagi putus cinta, atau habis di php-in dosen pembimbing skripsi, atau gagal nembak gebetan. Kira-kira soundtracknya yang pas apa, ya?
B. Satu lagi pertanyaan di point kedua, kalau lagi kangen banget sama seseorang yang jauh di sana, buat yang punya pasangan LDR, kalian bisanya dengerin lagu apa biar nggak sedih lagi?

Follow twitterku @rismami dan kirim jawabannya disertai hastag #AiNoKiseki kalau kalian ikutan yang point pertama, sedangkan kalau kalian ikut yang kedua hastagnya #NyanyianDiBawahHujan. Dikasih tanda yah, tweeps..
Jawaban 1A...... trus tweet berikutnya kasih nomor juga 1B.
Jawaban 2A,....trus tweet berikutnya kasih nomor juga jawaban 2B

Kalian juga wajib ngajak satu sahabat kalian yang juga suka baca, buat ikutan kuis ini ^.^. Daripada valentine bengong di rumah, bertambah pula kengenesan kalian karena tanggal 14 Februari jatuhnya di malem minggu, mending ikutan Give Away Novel Nyanyian Di Bawah Hujan

Semangat minna san ^.^



Sabtu, 22 November 2014

SCRAPBOX VS SCRAPBOOK!!!!

Haaiii, konnichiwa.... *sambil bersin-bersin gara-gara blog jadi tempat sarang laba-laba.

Akhirnya, setelah skripsi sama novel kedua selesei, sempet juga ngurus blog ini lagi. Bukan sok sibuk, atau sok nggak punya waktu, tapi –banyak hal-hal nggak terduga yang dateng pas banget kalau aku mau ngisi blog.
Well, sekarang aku lagi duduk-duduk cantik di balkon rumah sambil nyeruput es teh bikinan sendiri. Niatnya mau bikin jus alpukat, atau capuccino cincau. Tapi apa daya...yang tersisa di dalem lemari cuma teh sar*****i, itu aja tinggal sebiji. Di siang yang cerah ini walau percuma aja soalnya aku nggak ada yang ngajak jalan, (lalu balik lagi mendem di kamar sambil pacaran sama laptop) *abaikan, aku mau berbagi sesuatu ni buat kalian semua.

Bukaaaaan, bukaaan give away novel keduaku karena jadwal terbitnya masih beberapa bulan lagi. Sabar ya reader  yang udah pada nungguin,*pede amat lu ris. Aku mau nunjukin sesuatu buat kalian. 
Kalian tau scrapbox? Yaah, sejenis sama scrapbook tapi beda di eksekusi terakhirnya. Hee. Sama-sama pake foto, sama-sama buat abadiin kenangan bareng orang spesial, tapi kalau scrapbox bentuknya kubus, yang kalau dibuka bisa bikin hati kalian terjun bebas ke lantai dasar saking kagetnya.
Jadi rencananya, aku mau ketemu sama ehemmmm,,, someone who always stay with me although he so far away from me. Sekali-kali pake bahasa Inggris bolehlah yaa. Dan aku pengen kasih hadiah yang sederhana, tapi bakal jadi spesial karena dibuat dengan sepenuh hati. Hihi.



Dan ini penampakannya......
Taraaaaaa....





So, buat yang mau tanya-tanya atau pesen ke aku... sok atuuuh :)

Sabtu, 28 Juni 2014

<a href="https://www.goodreads.com/book/show/22600827-ai-no-kiseki" style="float: left; padding-right: 20px"><img alt="Ai No Kiseki (Karena tak selamanya kejaiban berpihak padamu)" border="0" src="https://d.gr-assets.com/books/1404017058m/22600827.jpg" /></a><a href="https://www.goodreads.com/book/show/22600827-ai-no-kiseki">Ai No Kiseki</a> by <a href="https://www.goodreads.com/author/show/8341821.Risma_Ridha">Risma Ridha</a><br/>
My rating: <a href="https://www.goodreads.com/review/show/980752602">4 of 5 stars</a><br /><br />

<br/><br/>
<a href="https://www.goodreads.com/review/list/32626596-rismami-anissa">View all my reviews</a>

Selasa, 22 April 2014

AI NO KISEKI
Ara terpaku mendengar setiap kejujuran yang terucap dari bibir Hiro. Pemuda itu telah berkorban banyak untuknya. Dan setelah sekian lama menunggu, keajaiban itu akhirnya kembali. Penantian yang tulus, tak akan pernah sia-sia. Ia mengambil omamori dalam sakunya, kemudian menyerahkannya pada Hiro.

“Kau menepati janjimu. Mengambil kembali omamori ini di waktu yang tepat. Untung aku belum membukanya. Kalau tidak, pasti harapan yang kau tulis tidak akan pernah terkabul.”

“Aku berdoa agar kita dipertemukan kembali di waktu yang tepat. Hari ini, tepat setahun aku memberikan omamori itu padamu, kan? Kami-sama mendengar permohonanku.”

“Jika kau sedang terjebak dalam situasi yang sulit, pejamkan matamu. Buka memorimu dengan berjuta kenangan indah yang pernnah kau alami. Dan carilah keajaiban.”

Senin, 14 April 2014

Inilah followers yang beruntung mendapatkan keajaiban dari novel #AiNoKiseki

Yeyeye‼
Akhirnya setelah memilah kejaiban-keajaiban yang paling istimewa di antara yang istimewa, akhirnya aku putuskan untuk memberikan dua novel keajaibanku pada……
Eng ing eng…….Eitsss, tunggu dulu. Chotto matte kudasai ^.^
Kirim surat aja ada basa-basinya, masak pengumuman Give Away enggak. Hehe
Sebelumnya, aku mau ngucapin terimakasih banyak sama semua follower yang udah ikutan plus ngeramein kuis ini. Yakinlah, meski salah beberapa dari kalian nggak menang, aku yakin masih banyak keajaiban-keajaiban lain di luar sana yang menunggu. Dakara, ganbatte ne ^.^

Oh iya, aku punya satu pengumuman yang nggak kalah penting dan sayaaaaang banget kalau dilewatin. Buat yang enggak menang kuis Give Away #AiNoKiseki ,aku buka Pre Order untuk 20 pemesan pertama. Mau tau diskonnya brapa?? Wuuuih pokoknya harga istimewa banget deh. Sayang kalau nggak sampe ketinggalan. Nanti aku kasih bonus nama kalian yang ditulis pakai huruf Jepang.  ^.^. Yang minat langsung DM aku aja ya di akun twitter @rismami  , atau tinggalkan komentar di blog ini 
Jangjang‼! Inilah waktu yang ditunggu-tunggu‼ Aku bener-bener kesusahan milihnya. Jawabannya pada bagus-bagus, sih. But, namanya perlombaan pasti ada kalah menangnya.. Jangan bersedih buat yang belum menang. ^.^.
Dan, inilah followers yang beruntung. Omedeto buat pemilik akun twitter
1.    @rofiekhaliffa
Aku terharu banget baca tweetnya, kak. Semoga novel ini bisa kasih keajaiban kisahnya buat kakak yah 
2.     @Raka_adri2
Tweetmu buat aku percaya bahwa keajaiban itu bener-bener ada, kak .
Buat yang menang, DM alamat lengkap kalian yaaah. Secepatnya ^.^

Sekali lagi, buat yang belum menang, maaf banget ya, kak ^.^. Kalau bisa pengen banget aku menangin semua. Tapi apalah daya, cuma dua followers yang beruntung. Pre Order masih aku tunggu, kak ^.^. Ayo dipesan mumpung diskonnya selangit ^.^



Sabtu, 12 April 2014

Siap-siap! Novel #AiNoKiseki akan memberikan keajaiban kisahnya untuk kalian .
Bismillah…..
Alhamdulillah akhirnya novel perdanaku terbit dengan cover yang super cantik. Seneng, deg-degan, euforianya campur aduk. Bikin tambah semangat buat aku nyelesein naskah kedua sama skripsi ^.^
Sesuai janjiku, hari ini sampai besok aku mau ngadain Give Away buat penghuni twitter dan blog yang lagi e-malming. Hihi.
Oke, berikut tantangannya :
1.    Kalian percaya sama yang namanya keajaiban? Kasih alasannya juga ya ^.^
2.    Kalau dikasih satu kesempatan buat minta keajaiban dari Sang Pencipta Keajaiban, keajaiban apakah yang kalian inginkan?
    Jawabannya kirim ke twitterku @rismami
    Jangan lupa disertai hastag #AiNoKiseki lalu dikasih nomor urut jawaban. Pertanyaan pertama dan kedua, jangan dijadiin satu ya. Seumpama pengin ngetwit lebih dari dua kali, dikasih tanda.
Ada dua novel #AiNoKiseki bagi followers yang beruntung ^.^
    Terakhir, minta doa tulusnya supaya skripsi dan novel keduaku cepet selesei. Amiin. (Kalau yang ini ga usah di twit ya. Hehe).
Ganbatte‼ Jika ada pertanyaan, silahkan komen ke blog ini yaah ^.^
Jawaban aku tunggu sampai besok jam 10 malam . Tunggu keajaiban malam minggu yang akan segera menghalau kesendirianmu ^.^

Rabu, 09 April 2014

Bismillahirrahmanirrahim…….

Bismillahirrahmanirrahim…….
Ohayou Gozaimasu! Udah lama gag posting di blog. Maklum deh, ya. Waktu dan tenaga tersita karena skripsi yang sering bikin mual-mual. Hiks Hiks. .
Beytewey, pagi-pagi gini aku punya kabar baik nih 
Novel perdanaku yang judulnya Ai No Kiseki, sudah terbit. Masih anget banget, kayak baru aja keluar dari panggangan. Dan sebentar lagi bisa dijumpai di sleuruh toko buku di Indonesia. Kyaaaaaak…..>.<
Rasanya pengen guling-guling di atas rak bukuku. Bayangin besok novel karyaku, berjejeran sama penulis-penulis lain yang banyak menginspirasiku. 
So, tungguin give awaynya yah . Dan, inilah penampakan novel perdanaku  .
Mitte Kudasai‼


Sabtu, 14 Desember 2013

Ohayou gozaimasu! Yosssssh! Buat Fans Baru Monkey Majik
Di pagi yang mendung ini, sebenernya lagi ngerjain proposal skripsi, sih. Tapi...berhubung dari tadi angop-angop (baca menguap) mlulu, jadi iseng-iseng buka mozilla (alibi aja padahal, aslinya emang lagi males). Nhaaah, waktu lagi browsing-browsing lagu, nemu lagu-lagu band Jpop yang langsung ngena banget di hati, right kokoro banget deh< khusus buat yang lagi galau. Dilihat dari namanya, agak aneh sih ya? Eeeeitsss, tunggu! Pasti pernah denger istilah dont just a book by a cover, kan? Sama ni kayak band satu ini. Namanya emang aneh banget sih, masak nama band uuk aak gitu, ya? But, bagi semua penggila Jejepangan, aku saranin langsung download lagu-lagu monkey majik yang ini :
1.    Aitakute
2.    Together
3.    Open Happines
4.    Sunshine
5.    Aishiteru

Nggak seperti kebanyakan lagu Jepang lain yang pengucapan lirik bahasa Inggrisnya kedengeran nggak jelas < sama kayak gue kalau nyanyi lagu bahasa Inggris, lagu-lagu Monkey Majik emang enam puluh persen didominasi sama lirik bahasa Inggris. Sementara empat puluh persen lainnya bahasa asli mereka. Sugoii desu ne??! Nggak heran sebenernya. Soalnya dua anggotanya emang asli Canada < owalah pantesan. So.....buruan gih download lagu-lagunya. Cocok banget buat temen waktu ngerjain skripsi atau project-project nulis lainnya.
Dakara, Ja Mata 

Senin, 02 Desember 2013

Hai...hai... udah lama nggak muncul di blog :).
Cuma mau posting satu kalimat aja buat para mahasiswa tingkat akhir :
"Koe Kudu Semangat!" :)

Minggu, 15 September 2013

Jepang, Membuatku Semangat Lagi Untuk Menulis

Lemas rasanya, saat melihat pengumuman SNMPTN 2010. Aku gagal untuk kuliah di jurusan bahasa Jepang yang selama ini sangat kuinginkan. Padahal, aku juga mencoba untuk mendaftar di kampus-kampus lain dengan jurusan yang sama. Namun, nasib berkata lain. Akhirnya aku diterima di jurusan Akuntansi, di salah satu Universitas di tempatku tinggal. Hiks..Kanashii desu yo,,(sedih).
    Kecintaanku dengan negara Jepang tak berkurang sedikitpun, walaupun aku mulai sering berkutat dengan angka-angka daripada huruf kanji. Karena tak ada yang mendukukungku belajar bahasa Jepang, aku sering membeli kamus-kamus dan mempelajarinya secara otodidak. Bagiku, belajar Akuntansi adalah sebuah kewajiban. Dan mempelajari bahasa Jepang merupakan hobi yang tak akan bisa kutinggalkan sampai kapanpun.
    Layaknya orang yang sedang jatuh cinta. Aku selalu terhipnotis dan berdiri di depan televisi, setiap ada siaran yang meliput tentang keindahan negeri Sakura itu. Entah budayanya, makanannya, atau apapun yang menurutku selalu menarik. Hanya dengan mendengar orang Jepang berbicara, rasanya hatiku bergetar. SUGOII...! (hebat). Belum pernah aku merasakan jatuh cinta sampai seperti ini.
    Setiap ada event Jepang entah itu nihon matsuri, bunkasai atau j-fest, aku tak pernah ketinggalan untuk mencoba yukatta. Dan tentunya narsis dengan para cosu. Saya pernah masuk ke obake (rumah hantu Jepang), bertemu dengan ju-on, sadako, yang membuatku bulu kudukku sedikit berdiri tegak. Pernah dulu, saya mengikuti kuis yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi yang memberikan tiket gratis ke Jepang bagi siapa saja yang beruntung. Setiap hari saya selalu berusaha untuk terus menambah point, 24 jam mata saya tak pernah lepas dari facebook. Nada dering selalu saya aktifkan, demi menunggu pemberitahuan dari pihak televisi. Tapi sayang, keberuntungan belum berpihak padaku. Padahal sangat jarang ada kuis yang memberikan hadiah tiket gratis ke Jepang pada pemenangnya. Demo, atashi shinjiteru. Kesempatan tak hanya datang satu kali. Allah bisa memberikan kita kesempatan berulang kali, asal kita mau berusaha. Seperti saat ini.
    Aku mempunyai hobi menulis sejak SD. Namun, lambat laun hobi menulis seakan melebur seiring bertambahnya usiaku. Jepang-lah, yang membuatku semangat lagi untuk menulis. Saya mengikuti lomba di suatu penerbit yang mengadakan lomba menulis yang bersetting negara Jepang. Alhamdulillah, saya lolos sebagai salah satu pemenang, meskipun tak ada yang mendukungku secara penuh. Yattaaaa! Saya bangga, dengan dimuatnya cerpen saya menjadi antologi dalam suatu novel. Inilah cara saya mengapresiasi negera Jepang, dengan menulis. Terimakasih Jepang, membuatku semangat untuk selalu menulis.