Minggu, 05 Februari 2017

Sepenggal Kelas Inspirasi Yogyakarta

Sepotong Kisah Kelas Inspirasi Yogyakarta  SDN PANDANPURO 2
Silahkan menikmati bersama aroma kerinduan yang baru sehari saja sudah menguar...

Selalu terselip kata “pulang”untuk mengukir sebuah kenangan baru.
Kelas Inspirasi Yogyakarta SDN Pandanpuro 2

ReFasil : 
1. Mas Gilang
2. Bu Ida
Relawan Dokumentator:
1. Mas Addin
2. Mbak Titis
3. Mas Fatwa
Relawan Vidoegrafer:
1. Mas Qoqo
2. Mbak Lovie
Relawan Pengajar:
1. Mbak Firda (desainer grafis)
2. Mas Azzam (fisioterapis)
3. Mas Rizky (Auditor)
4. Mbak Okita (Arsitek)
5. Mbak Risma (Guru Tk & Novelis)
6. Mas Febi (TNI)
7. Bu Sulis (perawat)
8. Bu Kunthi (dosen)

Pulang.
Satu kata keramat yang mampu mengikis kebahagiaan seseorang. Yang lebih menyedihkan, ketika pulang menjadi gerbang perpisahan dari sebuah kebersamaan.
Ini bukan kali pertama saya memperoleh kesempatan menjadi relawan di Kelas Inspirasi. Meski sudah beberapa kali bertugas menjadi relawan pengajar, saya selalu mendapat suntikan semangat baru ketika menjejakkan kaki di salah satu kota.
Jogja, kota pelajar. Seperti dugaan saya, di Kelas Inspirasi Joga saya dipertemukan dengan orang-orang hebat. Berbagai macam profesi yang begitu "wah" di mata saya. Jujur, sempat terbesit rasa “minder” yang mengusik hati saya selama perjalanan ke Jogja. Dihantui perasaan resah dan gelisah *seperti lirik lagu*, kalau-kalau saya tidak bisa membaur dengan mereka nantinya.
Sedikit demi sedikit, prasangka buruk saya mulai terkikis ketika bertatap muka dengan beberapa relawan SDN Pandanpuro 2. Ada Mbak Titis, Bu Ida, Mas Addien, Mas Rizky, Mas Febi, dan Mas Fatwa.  Kebekuan di sore yang dingin itu mencair. Seperti kawan lama, selalu saja ada topik menarik yang mengundang tawa kami. Perasaan hangat dan nyaman perlahan terbit. Gelisah gelap malam ketika matahari mulai tenggelam pun, tidak menyurutkan niat baik kami. Sebagai relawan perempuan yang baik, kami menyemangati relawan laki-laki yang sampai bermandikan air hujan ketika memasang banner untuk sekolah *drama sedikit.
Esok paginya, di Hari Inspirasi...
Berangkat jam enam pagi dan tentu saja saya sangat merepotkan Mas Addien, meski sebenarnya saya merasa tidak terlalu membuatnya repot, *saya tetep nggak mau ngalah*, beberapa orang baru mengambil peran dalam kisah hidup saya. Bu Sulis, Bu Kunti, Mas Azzam, Mas Gilang, Mas Qoqo, Mbak Firda, Mbak Okita dan Dek Lovie. Adakah yang kurang? Sepertinya tidak. Karena meski baru bertatap muka, ingatan saya merekam dengan baik bagaimana dengan ramahnya mereka memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya ketika saya mendapat sedikit kesulitan.
Lulusan Accounting Universitas Negeri Semarang. Profesi English Teacher di TK, Novelis, dan Entrepeneur. Why? How? Pertanyaan yang acap kali mampir di telinga saya ketika orang-orang mengetahui background pendidikan saya. Passion saya memang di sini. Beberapa test menyimpulkan, saya menggunakan otak kanan lebih dominan. Ekspresif, peramu kata, petualang imajinasi, spontan, bebas, itulah saya. Dan ketika saya berdiri di tengah anak-anak, ada kebahagiaan tersirat, yang mungkin saja tidak semua orang bisa mencicipinya.
Aksi salah satu murid ketika menemani saya storry telling

Terimakasih untuk semua inspirator atas kenangan barunya. Capek? Mengantuk? Lelah? Semua terbayarkan begitu senyum anak-anak menjadi gerbang penyambut kedatangan kita. Iya, kan, teman-teman? J
Terimakasih Mas Gilang dan Bu Ida yang telah mempersatukan bermacam-macam karakter para relawan hingga kita menjadi satu tim yang solid. Terimakasih Mas Addien, orang yang paling saya repotkan, si fotografer yang berhasil membuat saya envy karena prestasi yang bisa mengantarkannya ke negeri sakura. Terimakasih Mas Fatwa dan Mba Titis yang sudah mengabadikan momen-momen para relawan. Coba bayangkan kalau kebersamaan kita hanya bisa diingat dan akhirnya menguap begitu saja dari ingatan. Tak ada foto, berarti tak ada kenangan :(

Terimakasih Bu Sulis yang baru saja bertemu sudah peluk-peluk saya terus. Terimakasih Mbak Firda dan Mbak Okita yang cantik-cantik, karena selalu mengingatkan kita untuk selfie beberapa kali.  
Ibu Guru Okita yang berprofesi sebagai Arsitek
Terimakasih Mas Rizky yang humoris, yang sempat membuat para relawan ragu dengan profesinya sebagai auditor. Hehe.
Pak Rizky, berprofesi sebagai auditor

Terimakasih Mas Azzam dan Mas Febi yang meski kita tidak banyak bercakap, tapi saya sudah membuktikan sendiri kalian adalah pribadi yang menyenangkan. Terimakasih Mas Qoqo yang sudah berjuang menyelesaikan tugasnya di sela-sela acara penting yang menunggunya. Terimakasih juga Dek Lovie atas keantusiasannya membantu tugas Mas Qoqo. Dan terimakasih untuk Bu Kunthi, sosok dosen kekinian yang sangat menginspirasi.
Pak Azzam, fisioterapis

Terima kasih kepada Bapak dan Ibu Guru SDN Pandanpuro 2, juga Bapak Kepala Sekolah dan seluruh perangkat sekolah, sudah menyambut kami dengan tangan terbuka.
Akhir kata untuk teman-teman, apa pun profesi kalian, percayalah...
Kalian akan selalu tampak keren di mata mereka.
Anak-anak yang masih meraba akan menjadi seperti siapa ketika dewasa nanti.
Sampai berjumpa di moment mengesankan selanjutnya teman-teman J
Closing bersama murid-murid, guru, dan relawan SDN Pandanpuro 2


*Mohon maaf jika foto-foto para relawan belum komplit. Album foto saya belum lengkap. Sebab saya tak bisa menahan nafsu jemari saya untuk berkisah, maka hanya beberapa foto yang saya upload.

Selasa, 16 Juni 2015

Jual BUKET BUNGA hanya Rp 45.000, lihat gambar klik https://www.tokopedia.com/sunflorist/buket-bunga

Senin, 25 Mei 2015

#MenulisBerantai CLOSE TO YOU (Part 4)

Lanjutan cerita dari @AgfianMuntaha di blog CLOSE TO YOU (Part 3)

Ilham

Ryan menepati janjinya untuk mengajariku teknik dasar bermain piano. Susah-susah gampang karena jemariku lebih lincah menari di atas manik sempoa. Semalaman suntuk aku mempelajari beberapa lagu romantis yang disarankan Ryan. Dan, itu membuatku tidak fokus mengikuti kelas fisika keesokan harinya.
Aku memutuskan untuk izin keluar kelas, berniat mencuci muka di toilet terdekat dengan wajah kuyu. Berharap, setelah mencuci muka di wastafel, pikiranku bisa kembali ke tempat semula dan fokus mengikuti pelajaran.
“Pamela pingsan!”  

Rabu, 18 Februari 2015

Menanti kepastian

Kau tahu aku tidak pernah memberimu sebagian dari hatiku saja. Aku selalu menyerahkannya secara utuh. Entah kau menerimanya atau tidak, aku sama sekali tidak peduli.
Yang aku tahu, meski hatimu sekeras batu dan butuh waktu lama untuk meluluhkannya, aku tidak akan pernah mengangkat tangan. Kalah. Menyerah. Seluruh kosa kata itu telah hilang dari kamus otakku. Penantian yang tulus, tidak akan pernah sia sia.
Tuhan sedang mengujiku, melihat seberapa jauh aku bersabar dalam penantian panjang ini. Dan aku tahu, demi mendapatkan seseorang yang spesial sepertimu tentu membutuhkan perjuangan lebih. Percayalah, kalau kau sudah berada dalam genggamanku, tidak ada seorang pun yang bisa menyentuhmu. Kini, kuserahkan segalanya pada waktu. Sambil menunggu pasrah, aku selalu menguntai doa. Berharap Tuhan mengayunkan keajaibanNya padaku. Cinta yang sejati tidak pernah kalah pada waktu, tidak pernah menyerah pada keadaan.
Cinta sejati itu aku.
Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti prpgram #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com #TiketBaliGratis

Luka dan Duka

Pagi ini, aku harus kembali membalut lukaku yang belum mengering. Melepas kepergianmu dengan seulas senyum palsu. Kita sebenarnya sama sama tahu, sama sama sadar bahwa mempertahankan hubungan ini, sama saja seperti berjalan di atas serpihan kaca. Melukai. Menyakiti. Bedanya, bukan hanya telapak kakiku yang berdarah. Tapi juga hati, dan harga diriku sebagai wanita yang terus merintih.

Kau dan aku telah dipersatukan sekian lama. Bertahun tahun. Tentu, akan banyak lara yang tertinggal jika nantinya kita benar2 berpisah. Lama menjalin hubungan denganmu, perlahan membuat hatiku mengeras, lalu berubah wujud menjadi batu. Aku tidak bisa lagi merasakan, menyentuh secuil pun kebahagiaan dari kebersamaan kita. Setelah kepergianmu pagi ini, pagi besok, dan pagi seterusnya... aku hanya bisa menunggumu dalam ketidak pastian. Memang, kau pasti kembali. Tapi kau tidak pernah menjanjikan membawa kembali cinta yang sama kepadaku.
Cinta yang utuh, sama seperti kurasakan dulu ketika kita berkomitmen untuk saling menjaga. Dulu.. dulu sekali. Sebelum seseorang datang dan menjebol kesetianmu.

Kini, ketika senja mulai menyapa dan matahari mulai luruh, kau datang kembali dengan segenggam harapan palsu. Lagi. Terus kau ulang sampai waktu yang tak bisa kuprediksi

Jumat, 13 Februari 2015

Give Away Novel dan Mousepad ^.^

Give Away Novel #NyanyianDiBawahHujan, mousepad #AiNoKiseki dan mousepad #NyanyianDiBawahHujan
Konbanwa, minna san ^.^
Lagi pada ngapain? Galaukah gara-gara valentine tinggal beberapa hari, tapi nggak ada pasangan yang bisa diajak valentinenan bareng?
Eitts, tenang aja.... Daripada perasaan ikutan sendu kayak langit yang terus-terusan mendung, mending habisin malam minggu kamu buat ikutan Give Away Novel keduaku J
Mau tau caranya? Gampang banget, kok ^.^
1.    Buat yang udah baca novel pertamaku #AiNoKiseki, peluangnya lebih gede nih. Ada satu buah novel #NyanyianDiBawahHujan dan mousepad bergambar #AiNoKiseki.
Caranya?
A. Tulis satu momen, atau adegan yang paling kamu suka di novel #AiNoKiseki. Eitts, nggak sampe di sini aja. Kirim foto kalian bareng novel #AiNoKiseki, 
B. Seandainya kalian lagi ada di Jepang, pengennya baca novel #AiNoKiseki di mana? Alasannya? Lalu pertanyaan yang kedua, adegan mana di Novel #AiNoKiseki yang paling kalian suka? Alasannya?

2.      Buat yang belum baca novel pertamaku, tetep boleh ikutan kok . Kalian bisa dapetin satu buah novel #NyanyianDiBawahHujan lengkap sama mousepadnya juga.  Caranya?
Jawab pertanyaan ini: 
A. Bayangin waktu lagi ujan, kamu ada di teras rumah pas banget momentnya lagi putus cinta, atau habis di php-in dosen pembimbing skripsi, atau gagal nembak gebetan. Kira-kira soundtracknya yang pas apa, ya?
B. Satu lagi pertanyaan di point kedua, kalau lagi kangen banget sama seseorang yang jauh di sana, buat yang punya pasangan LDR, kalian bisanya dengerin lagu apa biar nggak sedih lagi?

Follow twitterku @rismami dan kirim jawabannya disertai hastag #AiNoKiseki kalau kalian ikutan yang point pertama, sedangkan kalau kalian ikut yang kedua hastagnya #NyanyianDiBawahHujan. Dikasih tanda yah, tweeps..
Jawaban 1A...... trus tweet berikutnya kasih nomor juga 1B.
Jawaban 2A,....trus tweet berikutnya kasih nomor juga jawaban 2B

Kalian juga wajib ngajak satu sahabat kalian yang juga suka baca, buat ikutan kuis ini ^.^. Daripada valentine bengong di rumah, bertambah pula kengenesan kalian karena tanggal 14 Februari jatuhnya di malem minggu, mending ikutan Give Away Novel Nyanyian Di Bawah Hujan

Semangat minna san ^.^



Sabtu, 22 November 2014

SCRAPBOX VS SCRAPBOOK!!!!

Haaiii, konnichiwa.... *sambil bersin-bersin gara-gara blog jadi tempat sarang laba-laba.

Akhirnya, setelah skripsi sama novel kedua selesei, sempet juga ngurus blog ini lagi. Bukan sok sibuk, atau sok nggak punya waktu, tapi –banyak hal-hal nggak terduga yang dateng pas banget kalau aku mau ngisi blog.
Well, sekarang aku lagi duduk-duduk cantik di balkon rumah sambil nyeruput es teh bikinan sendiri. Niatnya mau bikin jus alpukat, atau capuccino cincau. Tapi apa daya...yang tersisa di dalem lemari cuma teh sar*****i, itu aja tinggal sebiji. Di siang yang cerah ini walau percuma aja soalnya aku nggak ada yang ngajak jalan, (lalu balik lagi mendem di kamar sambil pacaran sama laptop) *abaikan, aku mau berbagi sesuatu ni buat kalian semua.

Bukaaaaan, bukaaan give away novel keduaku karena jadwal terbitnya masih beberapa bulan lagi. Sabar ya reader  yang udah pada nungguin,*pede amat lu ris. Aku mau nunjukin sesuatu buat kalian. 
Kalian tau scrapbox? Yaah, sejenis sama scrapbook tapi beda di eksekusi terakhirnya. Hee. Sama-sama pake foto, sama-sama buat abadiin kenangan bareng orang spesial, tapi kalau scrapbox bentuknya kubus, yang kalau dibuka bisa bikin hati kalian terjun bebas ke lantai dasar saking kagetnya.
Jadi rencananya, aku mau ketemu sama ehemmmm,,, someone who always stay with me although he so far away from me. Sekali-kali pake bahasa Inggris bolehlah yaa. Dan aku pengen kasih hadiah yang sederhana, tapi bakal jadi spesial karena dibuat dengan sepenuh hati. Hihi.



Dan ini penampakannya......
Taraaaaaa....





So, buat yang mau tanya-tanya atau pesen ke aku... sok atuuuh :)